Hidup harus mempunyai rasa optimis, knapa? dengan rasa optimis akan membangkitkan semangat hidup kita untuk berusaha lebih baik.
Begitu pula dalam kita berdoa, kita harus yakin bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah SWT. Hal ini bertujuan agar timbul rasa optimis dan percaya diri pada saat kita berusaha mencapai cita-cita yang kita inginkan. Jangan ada keraguan dan keputus-asaan.
Walaupun kita siap dengan segala kemungkinan yang ada, sebisa mungkin kita tetap yakin akan terkabulnya doa kita sebelum keputusanNya dilaksanakan. Gagal Atau Tidak
Jika kita tidak yakin kepadaNya, kepada janjiNya yang mengabulkan doa setiap hambaNya yang bersungguh sungguh tentunya akan menimbulkan sikap pesimisme pada diri kita sendiri. Karena kita tidak yakin maka pikiran kita akan dipenuhi dengan keraguan, dan akan berdampak pada usaha yang tidak maksimal yang nantinya akan merugikan diri sendiri.
Bagaimana jika keputusanNya ternyata bukan seperti yang kita kehendaki apakah kita harus punya rasa optimis dan percaya diri??
Tentunya sebagai manusia biasa pasti kita merasakan kekecewaan, tapi jangan jadikan kekecewaan itu menurunkan rasa optimisme kita. Bahkan menyalahkan keadaan yang ada atau berpaling kepadaNya.... Na'udzubillah mindalik.
Terus apa yang harus kita lakukan pada saat kita gagal dalam pencapaian hasil, padahal kita sudah berusaha dan berdoa.
Ya,setiap kegagalan ada sebab dan musabanya. pertama kita harus koreksi diri sendiri jangan-jangan penyebabnya ada di dalam pribadi kita. Contoh ketika kita berusaha melamar pekerjaan, kita sudah siap dengan segala yang ada. sudah berlatih wawancara, sudah belajar membuat surat lamaran yang baik, sudah berdoa siang dan malam tapi tetap saja gagal. Terus harus bagaimana? ya tentunya kita lihat pribadi kita apakah pribadi ini sudah siap dengan pekerjaan yang nanti kita lakukan? bagaimana dengan tingkah laku kita. sudah siapkah kita menghadapi dunia kerja sedangkan kita sendiri masih manja kepada kedua orang tua. Kurang bisa hidup mandiri, emosional dan malas dan lain sebagainya. Padahal kita tahu bahwa dunia kerja itu butuh kerja keras, disiplin, mandiri dan penuh tanggung jawab. Maka dari itu koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Dalam hal ini Allah lebih mengetahuinya dari kita sendiri. Mungkin kalau misalkan Allah mengabulkannya bisa jadi nantinya kita stress, banyak penyakit karena tekanan batin dan lain sebagainya yang akan merugikan diri sendiri. Karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang makanya kita tidak boleh masuk kedunia kerja sebelum kita siap. Jadi harus tetap optimis dan yakin kepada Allah SWT. Atau bisa juga ada pekerjaan yang lebih baik lagi dan cocok untuk kita.
2. Perbaiki diri dan ambil kesempatan yang ada untuk terus berusaha dan berdoa
Ya, setelah kita mengetahui kesalahan kita tentunya kita harus berusaha memperbaiki diri, dan jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk tetap berusaha. Jangan lupa untuk terus beribadah dan berdoa bila perlu diperbaiki lagi cara beribadah kita, mungkin kurang khusyu. Dan harus tetap yakin. Serta perbanyaklah bersedekah.
Trus apa yang kita lakukan kalau ternyata doa kita dikabulkan.
1. Jangan lupa untuk tetap beribadah dan berdoa kepadaNya
Ya, manusia kadang lupa.. bisa jadi setelah doanya terkabul ia sujud kepada Allah pada hari itu juga. terus lama-kelamaan menjadi lupa kepadaNya.
Cita cita yang telah tercapai harusnya menjadikan hidup kita lebih penuh syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia yang diberikannya serta menjadikan kita lebih mendekatkan diri kepadaNya. Ingat betapa mudahnya bagi Allah untuk mencabut kembali rizqi yang telah diberikan kepada kita.
2. Tetap Amanah dalam menjalankan cita-cita kita.
Ya setelah terkabul kita jangan sampai lupa, tetap amanah dan menjaga rizqi yang Allah berikan.Misalkan kita sudah diterima bekerja maka kita harus menjalankan pekerjaan kita dengan jujur dan penuh tanggung jawab, serta bersedekah atas hasil yang kita peroleh sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT
Ingat... tetap berusaha, berdoa dan Yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah itu ada, Allah Maha Pemurah, Allah Maha Penyayang, Allah Maha Pemberi Rizqi, dan Allah Maha Pengasih....



